‘Sendiri’ sebagai Ruang Sunyi: Ames Abadi Merayakan Proses di Balai Budaya Jakarta
Jakarta – Di tengah hiruk-pikuk Jakarta, Balai Budaya Jakarta (BBJ) di kawasan Menteng menjadi ruang sunyi yang menghadirkan perenungan.
Di tempat inilah seniman Ames Abadi mempersembahkan pameran tunggal bertajuk Sendiri, yang digelar selama sepekan, Jumat (12/12) hingga Jumat (19/12).
Pameran ini dibuka oleh Prof. Dr. Komjen Pol. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si., Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, yang dikenal aktif mendukung kegiatan seni dan budaya.
Kehadirannya menegaskan bahwa seni dapat menjembatani beragam latar profesi, termasuk dunia kepolisian.
Dalam sambutannya, Prof. Chryshnanda menyoroti kejujuran proses kreatif Ames Abadi. Ia menyampaikan bahwa seni kerap lahir dari kesederhanaan dan pergulatan batin.
“Dengan medium sederhana seperti kertas dan bolpoin, Ames mampu menghadirkan karya yang kaya makna dan menggugah perasaan,” ujarnya, Jumat (12/12).

Sebanyak 41 karya ditampilkan dalam pameran ini, hampir seluruhnya dikerjakan langsung di Balai Budaya Jakarta.
Ruang pamer sekaligus menjadi ruang kerja, tempat Ames menumpahkan gagasan satu per satu melalui titik-titik hitam putih yang tersusun rapat, membentuk narasi visual tentang kesendirian, ketekunan, dan proses.
Pelukis senior Syahnagra Ismail turut hadir memberikan apresiasi. Lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan Akademi Seni Grafis Stockholm, Swedia, ini menilai Ames sebagai representasi semangat baru seni rupa Indonesia.
“Balai Budaya Jakarta memiliki peran strategis sebagai ruang bertumbuh bagi seniman muda dan ruang dialog lintas generasi,” kata Syahnagra.

Kurator pameran, Joko Kisworo yang juga seniman visual, psikolog, sekaligus terapis seni rupa, menyebut tema Sendiri tidak sekadar konsep, melainkan praktik nyata. “Ames bekerja, memamerkan, hingga menata karyanya secara mandiri,” tegasnya.
Pendekatan ini, menurut Joko, menghadirkan keheningan yang justru mengajak pengunjung berhenti sejenak dan menyelami makna karya.
Joko juga mengungkap latar belakang Ames yang pernah aktif di dunia teater di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM).
“Pengalaman tersebut membentuk kedisiplinan dan sensitivitas Ames dalam membaca ruang, ritme, serta emosi, yang kini terwujud dalam bahasa visual,” tutup Joko Kisworo.
Menariknya, Ames Abadi tidak hanya berbicara melalui gambar. Ia juga dikenal sebagai musisi dan vokalis.
Pada pembukaan pameran, ia menampilkan lagu ciptaannya sendiri, mempertegas bahwa ekspresi seni dapat melintasi medium tanpa kehilangan kedalaman makna.
Pameran Sendiri menjadi pertemuan berbagai lapisan masyarakat, seniman, penikmat seni, hingga publik umum.
Balai Budaya Jakarta kembali menegaskan fungsinya sebagai rumah bersama, tempat berbagi kegelisahan, keindahan, dan harapan melalui seni dan kebudayaan. (Gate 13/Foto: Istimewa)
Discover more from BliBrayaNews
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

