Ketika Parwati Menjadi Mahakali: Politik yang Menguji Kesetiaan
Oleh Prof. Dr. Sukawati Lanang Putra Perbawa, S.,H., M.Hum.*
Dalam mitologi Hindu, Dewa Siwa memiliki sakti bernama Parwati permaisuri sekaligus sumber kekuatan yang sesungguhnya. Ketika bahaya mengancam, Parwati mampu menjelma menjadi Mahakali, sosok garang yang melindungi dan menuntaskan ancaman.
Dalam panggung politik kita, kisah itu seperti menemukan cerminnya. Seorang pemimpin yang diserang lawan politik kerap menemukan perlindungan bukan hanya dari barisan pendukungnya, tetapi juga dari “sakti” yang paling dekat: pasangan hidupnya. Istri pemimpin itu bukan sekadar figur domestik, melainkan perisai yang siap berdiri di garda depan, membela kehormatan dan integritas sang suami.
Ketika tekanan politik meningkat, serangan personal sering kali diarahkan untuk melemahkan fondasi rumah tangga sang pemimpin. Namun, di sinilah ujian itu berubah menjadi pembuktian. Sang istri menjelma menjadi Mahakali tegas, tak gentar, dan mampu mengubah serangan menjadi energi perlawanan.
Kisah ini memberi pelajaran: kekuatan politik tidak hanya diukur dari strategi atau dukungan partai, tetapi juga dari kekompakan dan keteguhan di lingkar terdalam. Dan seperti Parwati bagi Siwa, “sakti” yang setia akan selalu menjadi kekuatan terakhir yang tidak bisa ditaklukkan.
*Penulis adalah Dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Mahasaraswati Denpasar (UNMAS).
Discover more from BliBrayaNews
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

