Wayan Koster Ajukan Percepatan Tol dan Pelabuhan ke Rachmat Pambudy
Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Ketua TP PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster menerima Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy di Gedung Jayasabha, Denpasar, Rabu (11/2).
Pertemuan tersebut dimanfaatkan Koster untuk mengajukan dukungan percepatan penguatan infrastruktur darat hingga laut di Bali.
Mengawali paparannya, Koster menyampaikan capaian makro ekonomi Bali tahun 2025 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali.
Pertumbuhan ekonomi Bali tercatat 5,82 persen pada 2025, meningkat dibandingkan 2024 sebesar 5,48 persen. Pendapatan per kapita juga naik menjadi Rp72,66 juta dari sebelumnya Rp67,32 juta.
“Kami saat ini fokus pada peningkatan infrastruktur di wilayah Buleleng, Karangasem, Tabanan dan lainnya untuk pemerataan pembangunan,” ujarnya.
Tol dan Pelabuhan Jadi Prioritas
Koster menekankan pentingnya kepastian keberlanjutan pembangunan Tol Gilimanuk–Mengwi sepanjang 96,84 kilometer guna mengurai kemacetan.
“Kami butuh kepastian keberlanjutan pembangunan jalan tol ini karena sangat penting untuk mengurai kemacetan,” tegasnya.
Selain itu, Pemprov Bali mendorong peningkatan kapasitas tiga pelabuhan, yakni Celukan Bawang, Amed, dan Kusamba.
Penguatan pelabuhan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban angkutan logistik yang selama ini melewati jalur darat.
Menurut Koster, kendaraan logistik dari Ketapang dapat diarahkan turun di Pelabuhan Celukan Bawang, sementara distribusi untuk Bali Timur bisa ditangani melalui Pelabuhan Amed atau Kusamba.
“Jika kapasitas pelabuhan diperkuat, maka volume kendaraan logistik di jalur darat bisa berkurang dan kemacetan dapat ditekan,” ujarnya.
Ia juga meminta dukungan pusat untuk peningkatan fungsi Pengambengan yang dikenal sebagai pelabuhan ikan.
Prioritaskan Bali
Menanggapi hal tersebut, Rachmat Pambudy menyampaikan komitmen Kementerian PPN/Bappenas untuk memprioritaskan pengembangan infrastruktur Bali.
“Bali adalah wajah Indonesia. Mau bagus maupun tidak bagus, Bali mencerminkan Indonesia,” katanya.
Menurutnya, pengembangan tidak hanya difokuskan pada infrastruktur darat dan laut, tetapi juga udara serta digitalisasi. Ia bahkan langsung menghubungi sejumlah menteri terkait di sela pertemuan sebagai bentuk keseriusan dukungan.
Deputi Bidang Perencanaan Makro Pembangunan Kementerian PPN, Eka Chandra Buana, menambahkan sejumlah proyek Bali telah masuk agenda perencanaan nasional, termasuk keberlanjutan Tol Gilimanuk–Mengwi dan rencana LRT. Sementara bandara baru masih dalam tahap skema perencanaan.
Selain infrastruktur, Pambudy menyoroti pentingnya penguatan sektor pertanian. Ia mengingat peran sektor pertanian yang menopang ekonomi Bali saat pandemi Covid-19.
Koster menegaskan bahwa pertanian menjadi prioritas pembangunan Bali, termasuk pengembangan pertanian organik dan budidaya bawang putih lokal.
“Pangan kita surplus, hanya bawang putih yang masih tergantung dari luar. Ini jadi perhatian kami,” ujarnya.
Pertemuan ditutup dengan pertukaran cendera mata. Gubernur Bali menyerahkan kain tenun endek kepada Menteri Pambudy, sementara Menteri PPN menghadiahkan buku dan kopi.
Putri Suastini Koster juga memberikan tas anyaman ate serta tas berbahan kulit sapi berukir khas Bali kepada Ny. Ninuk Mardiana Estilistiati Pambudy. (Gate 13/Foto: Ist.)
Discover more from BliBrayaNews
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

