SIT Al-Madinah Luncurkan Kelas Olahraga, Perkuat Pembinaan Atlet Usia Dini
Jakarta – Peningkatan prestasi olahraga nasional tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan pemangku kepentingan olahraga, tetapi juga membutuhkan dukungan dan sinergi berbagai pihak, termasuk sekolah.
Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al-Madinah, Kabupaten Bogor, menjadi salah satu institusi pendidikan yang mengambil peran tersebut melalui peluncuran Program Kelas Olahraga pada Sabtu (14/2) di Aula Aysha SIT Al-Madinah.
Program Kelas Olahraga ini memfokuskan pembinaan pada empat cabang olahraga Olimpiade, yakni basket, futsal, bulu tangkis, dan renang. Cabang-cabang tersebut dinilai sejalan dengan visi peningkatan prestasi olahraga nasional menuju target Indonesia Emas dan cita-cita masuk lima besar Olimpiade 2044.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman berharap program ini mampu memberikan dampak nyata bagi pembinaan empat cabang olahraga tersebut.
“Program ini diharapkan menjadi motivasi sekaligus rujukan nasional karena mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi dunia,” demikian harapan Ketum KONI Pusat yang dalam kegiatan ini diwakili Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Brigjen TNI (Purn) H. Ahmad Saefudin.

SIT Al-Madinah yang berdiri di atas lahan seluas 4 hektar mengelola pendidikan berjenjang sejak taman kanak-kanak. Dengan demikian, penjaringan dan pembinaan atlet dapat dilakukan sejak usia dini secara berkelanjutan hingga remaja.
“Amanah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan terkait cabang olahraga unggulan dapat dilaksanakan di setiap daerah dengan menggandeng sekolah,” ujar Ahmad Saefudin.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan sport science dalam Kelas Olahraga. Untuk itu, sekolah didorong menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk yang tergabung dalam Forum Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) yang telah bermitra dengan KONI Pusat.
“Saya memberikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada SIT Al-Madinah atas dibukanya program Kelas Olahraga sebagai bagian dari penguatan pembinaan atlet usia dini berbasis pendidikan,” kata Ahmad Saefudin.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Wilayah I Pendidikan Provinsi Jawa Barat, H. Cucu Salman, M.Ag., menyatakan dukungannya terhadap program tersebut.
“Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengeluarkan program Gapura Panca Waluya sebagai target pendidikan Jawa Barat, agar ketika para siswa lulus memiliki kompetensi yang baik dan maksimal,” ujarnya.
Ia berharap program Kelas Olahraga mampu melahirkan atlet terbaik asal Bogor yang berprestasi dunia dan berkontribusi pada target Indonesia Emas 2044.
Perwakilan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Analis Kebijakan Ahli Utama Deputi Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Dr. Dwijayanto Sarosa Putera, menegaskan bahwa olahraga memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM).
“Olahraga bukan hanya soal fisik, tetapi juga instrumen penting dalam pembangunan SDM. Melalui Kelas Olahraga, kita menanamkan nilai sportivitas, mental yang kuat, dan kerendahan hati,” ujarnya.
Menurutnya, program ini memastikan keseimbangan antara pembinaan fisik dan pendidikan terpadu, sekaligus menjaga keberlanjutan regenerasi atlet agar prestasi dapat dicapai secara berkelanjutan.
Program Kelas Olahraga SIT Al-Madinah dirancang sebagai model pendidikan terpadu yang mengombinasikan pembinaan akademik, karakter keislaman, dan pengembangan prestasi olahraga. Melalui konsep athlete pathway yang terstruktur sejak usia dini, siswa diharapkan mendapatkan pengalaman nyata, termasuk berinteraksi langsung dengan atlet-atlet berprestasi nasional.
Dengan sinergi pendidikan dan olahraga, SIT Al-Madinah diharapkan menjadi percontohan nasional dalam mencetak generasi atlet berkelas dunia yang tetap unggul secara akademik dan berkarakter kuat. (Red/Gate 13/Foto: Ist.)
Discover more from BliBrayaNews
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

