Hiburan

Pementasan Sandiwara Sunda Miss Tjitjih 1928 Bertajuk ‘Tumbal’ Disambut Antusias Masyarakat

Jakarta Pusat – Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Gedung Pertunjukan Seni Budaya (UP GPSB) kembali menghadirkan pementasan rutin Sandiwara Sunda Miss Tjitjih 1928 bertajuk Tumbal di Gedung Kesenian Miss Tjitjih, beberapa waktu lalu.

Pementasan tersebut merupakan pertunjukan ketiga yang digelar sepanjang tahun 2026 melalui kerja sama dengan Perkumpulan Kesenian Miss Tjitjih 1928.

Kepala Unit Pengelola Gedung Pertunjukan Seni Budaya (UP GPSB), Rinaldi, menyampaikan bahwa animo masyarakat terhadap pertunjukan seni budaya terus menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Tercatat sebanyak 1.358 orang melakukan pendaftaran secara online untuk menyaksikan pertunjukan Tumbal, sementara kapasitas Gedung Kesenian Miss Tjitjih hanya tersedia untuk 252 penonton.

“Kami mengapresiasi animo masyarakat terhadap pertunjukan seni budaya yang begitu tinggi. Menariknya, penonton didominasi oleh generasi muda. Tercatat, 1.358 orang mendaftar secara online, mengalami peningkatan sebesar 145 persen dari pertunjukan sebelumnya,” ujar Rinaldi.

Menurutnya, tingginya minat masyarakat menjadi indikator bahwa seni pertunjukan Sandiwara Sunda masih memiliki tempat penting di tengah masyarakat Jakarta. Selain sebagai hiburan, pertunjukan tersebut juga berfungsi sebagai media edukasi budaya dan pelestarian tradisi.

Rinaldi menambahkan, penyelenggaraan pementasan rutin Sandiwara Sunda Miss Tjitjih 1928 merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mendukung pelestarian kebudayaan daerah yang berkembang di Jakarta.

Hal tersebut sejalan dengan Pasal 31 ayat (1) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta yang mengatur kewenangan khusus Jakarta dalam pemajuan kebudayaan Betawi dan kebudayaan lain yang berkembang di Jakarta.

“Direncanakan sepanjang tahun 2026 terdapat 10 kali pertunjukan Sandiwara Sunda Miss Tjitjih 1928 yang bersifat gratis,” tandasnya.

Sebagai informasi, lakon Tumbal mengangkat kisah Mardi, seorang pria yang terikat perjanjian dengan makhluk gaib demi ambisi kekuasaan. Konflik berkembang ketika perjanjian tersebut berdampak pada keluarganya dan mengancam generasi berikutnya.

Cerita ini menyajikan ketegangan dramatik sekaligus pesan moral mengenai konsekuensi dari pilihan hidup manusia. (Red/Mh/Foto: Ist.)


Discover more from BliBrayaNews

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Discover more from BliBrayaNews

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading