Ekonomi

Dekranasda Bali Fashion Day 2026, Gubernur Koster Dorong ASN Majukan IKM dan UMKM

Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri langsung Dekranasda Bali Fashion Day Sesi 4 Tahun 2026 yang digelar di Gedung Ksirarnawa, UPTD Taman Budaya Provinsi Bali, Rabu (29/4).

Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi partisipasi pimpinan perangkat daerah dan aparatur sipil negara (ASN) dalam mendukung kemajuan industri kecil menengah (IKM) dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bali.

Menurut Koster, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan suasana yang semarak, tetapi juga membuka ruang bagi ASN untuk mengekspresikan bakat sekaligus berkontribusi secara ekonomi kepada pelaku IKM dan UMKM yang berpartisipasi di kawasan Art Center.

Ia menilai penampilan para peserta tidak sekadar peragaan busana, tetapi juga mencerminkan kreativitas melalui pemilihan warna, motif, keserasian kostum, hingga ekspresi di atas panggung.

Dalam sesi tersebut, Perangkat Daerah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mendapat penilaian khusus karena dinilai mampu memadukan seluruh unsur penilaian secara optimal.

Dekranasda Bali Fashion Day dirancang sebagai wadah kolaborasi dan gotong royong untuk memberikan ruang bagi para desainer lokal dalam mengembangkan karya yang berkualitas dan berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Putri Koster, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga bertujuan menjaga perputaran ekonomi pelaku IKM dan UMKM yang berada di area Art Center.

“Kegiatan yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali ini kami rancang untuk membangun solidaritas dan kerja sama antara ASN dengan pelaku IKM dan UMKM, sekaligus membuka ruang bagi desainer, pelaku usaha, dan konsumen,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Putri Koster juga mengingatkan pentingnya penggunaan kain tenun tradisional endek sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya Bali. Ia menyoroti semakin berkurangnya jumlah perajin tenun, yang berdampak pada kelangkaan produksi kain tradisional tersebut.

“Mari kita cintai kain tenun tradisional khas Bali, seperti endek, sebagai bagian dari warisan budaya leluhur. Bahkan kain tenun gringsing dari Karangasem merupakan salah satu kain paling langka di dunia, diproduksi secara tradisional dan memiliki nilai budaya tinggi,” tegasnya.

Dekranasda Bali Fashion Day kali ini menghadirkan 130 peserta yang terdiri dari pejabat dan staf perangkat daerah, di antaranya BPBD Provinsi Bali, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bali, Dinas Perhubungan Provinsi Bali, serta Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Bali.

Kegiatan ini menampilkan peragaan busana dalam beberapa kategori, yaitu busana adat ke kantor, busana endek ke kantor, dan busana kasual.

Melalui ajang ini, Pemerintah Provinsi Bali berharap dapat meningkatkan kecintaan terhadap produk lokal sekaligus mendorong daya saing produk IKM dan UMKM Bali agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (Gate 13/Foto: Ist.)


Discover more from BliBrayaNews

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Discover more from BliBrayaNews

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading