Kejagung Periksa 13 Saksi Terkait Kasus Korupsi Digitalisasi Pendidikan dan Kredit PT Sritex
Jakarta — Kejaksaan Agung Republik Indonesia kembali memeriksa belasan saksi dalam dua perkara korupsi besar yang menyeret institusi pemerintah dan korporasi swasta, Kamis (17/7). Pemeriksaan dilakukan oleh Tim Jaksa Penyidik dari Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) sebagai upaya memperkuat alat bukti dan melengkapi berkas perkara.
Dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pada Program Digitalisasi Pendidikan di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI tahun 2019 hingga 2022, Kejagung memeriksa satu orang saksi berinisial PRA. Saksi tersebut diketahui menjabat sebagai Government Affairs & Public Policy (GAPP) di PT Google Indonesia.
“Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami keterlibatan pihak-pihak terkait dan memperkuat konstruksi perkara dalam pengadaan program digitalisasi di sektor pendidikan yang diduga merugikan keuangan negara,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung dalam keterangan resminya.
Sementara itu, dalam kasus terpisah, Kejagung juga memeriksa 12 orang saksi dalam perkara dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit kepada PT Sri Rejeki Isman Tbk (PT Sritex) dan sejumlah entitas anak usaha dari tiga bank daerah, yakni Bank BJB, Bank DKI, dan Bank Jateng.
Dua belas saksi yang diperiksa meliputi jajaran direksi, staf keuangan, hingga pejabat perbankan dari berbagai tingkatan. Di antaranya adalah IKL selaku Direktur Utama PT Sritex, IC selaku GM Accounting, dan AR yang pernah menjabat sebagai Direktur Kepatuhan PT Bank DKI tahun 2020. Pemeriksaan ini terkait penyidikan atas nama tersangka ISL dan beberapa pihak lainnya.
Kejagung menyatakan bahwa keseluruhan pemeriksaan saksi hari ini bertujuan untuk menggali fakta hukum dan pertanggungjawaban pidana dalam kedua perkara tersebut. Hingga kini, penyidik terus melakukan pendalaman terhadap dokumen, aliran dana, serta peran dari masing-masing pihak dalam proses pengadaan dan pemberian fasilitas pembiayaan.
Penyidikan terhadap dua kasus ini menunjukkan komitmen Kejagung dalam mengusut dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan sektor strategis, baik di ranah pendidikan nasional maupun industri tekstil skala besar.
RJ13 | Foto: Ist.
Discover more from BliBrayaNews
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

