Internasional

BNN RI dan Kemendagri Federasi Rusia Perkuat Sinergi Pemberantasan Narkotika Transnasional

Moskow – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Federasi Rusia memperkuat komitmen kerja sama strategis dalam pemberantasan kejahatan narkotika transnasional melalui pertemuan bilateral yang berlangsung di Moskow pada 22 hingga 23 Juni 2026.

Delegasi Republik Indonesia dipimpin Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.) Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., dan diterima Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Federasi Rusia, Igor Zubov, bersama Kepala Direktorat Utama Pengendalian Narkotika Kemendagri Federasi Rusia, Ivan Valentinovich Gorbunov.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama internasional dalam menghadapi dinamika kejahatan narkotika yang semakin kompleks, sekaligus sebagai respons atas tren peredaran gelap narkotika yang melibatkan warga negara Rusia di Bali.

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara menyepakati tiga fokus kerja sama untuk periode 2026-2027.

Foto: Ist./Humas

Fokus pertama adalah penguatan pengawasan di wilayah rawan melalui peningkatan pertukaran data intelijen secara real time, penguatan koordinasi aparat penegak hukum dan otoritas keimigrasian, serta penerapan tindakan tegas, termasuk deportasi, terhadap warga negara asing yang terbukti terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkotika.

Fokus kedua adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi kejahatan narkotika berbasis teknologi melalui kerja sama di bidang digital forensik, penyelidikan siber, dan pelacakan transaksi aset kripto yang digunakan jaringan narkotika untuk melakukan tindak pidana pencucian uang.

Sementara itu, fokus ketiga diarahkan pada penguatan pertukaran informasi mengenai peredaran New Psychoactive Substances (NPS), termasuk modus penyalahgunaan NPS yang disamarkan dalam cairan rokok elektronik atau vape.

Kedua negara juga berkomitmen mengintegrasikan penegakan hukum dengan penguatan edukasi dan pencegahan kepada masyarakat.

Rangkaian kegiatan di Moskow ditutup dengan kunjungan delegasi Indonesia ke fasilitas Safe City System dan Pusat Laboratorium Kemendagri Federasi Rusia guna mempelajari sistem pengawasan modern dan teknologi laboratorium forensik yang mendukung efektivitas pemberantasan kejahatan narkotika.

Melalui kerja sama ini, Indonesia dan Federasi Rusia berharap dapat memperkuat sinergi dalam memutus rantai pasok narkotika, mempersempit ruang gerak jaringan kriminal internasional, serta meningkatkan perlindungan masyarakat dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, khususnya di kawasan destinasi wisata seperti Bali. (Red/Gate 13/Foto: Ist./Humas)


Discover more from BliBrayaNews

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Discover more from BliBrayaNews

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading