Pendidikan

KONI Pusat Dukung Inisiatif Campus League untuk Pembinaan Atlet Mahasiswa

Jakarta– Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, menyatakan dukungannya terhadap gagasan penyelenggaraan Campus League, sebuah kompetisi olahraga antarkampus yang melibatkan sejumlah universitas dari berbagai kota di Indonesia.

Dukungan tersebut disampaikan Marciano saat menerima tim Campus League pada Selasa (10/3). Menurutnya, konsep liga olahraga mahasiswa tersebut dinilai memiliki perencanaan yang matang serta berorientasi pada pembinaan atlet secara berkelanjutan, khususnya bagi kelompok usia remaja hingga awal usia 20-an.

“Sangat menarik Campus League ini. Perencanaannya sangat komprehensif dan berjangka panjang. Ini luar biasa,” ujar Marciano.

Ia menegaskan bahwa KONI, sebagai lembaga yang bertugas membina, mengembangkan, dan mengoordinasikan olahraga prestasi di Indonesia, akan mendukung setiap inisiatif yang dapat memperkuat sistem pembinaan atlet nasional.

“KONI tentu mendukung, karena dengan pengelolaan dan kompetisi liga yang teratur, proses pembinaan atlet dapat berjalan lebih baik,” lanjutnya.

Menurut Marciano, Campus League juga memiliki nilai strategis dalam membangun karakter generasi muda melalui lingkungan pendidikan tinggi.

“Campus League ini juga menjadi bagian dari pembangunan karakter bangsa di lingkungan kampus,” tambahnya.

Berangkat dari Kesuksesan PON Bela Diri

Tim Campus League sebelumnya terlibat dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional Bela Diri I yang digelar di Kota Kudus, Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Ajang tersebut dinilai sukses menjadi wadah kompetisi olahraga bela diri tingkat nasional.

Marciano Norman pun menyampaikan apresiasi atas kontribusi tim tersebut dalam menyukseskan penyelenggaraan ajang tersebut.

“Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada rekan-rekan semua sehingga PON Bela Diri I di Kudus dapat terselenggara dengan baik,” ujarnya.

Kompetisi Dorong Ekosistem Olahraga Nasional

Sementara itu, pimpinan tim Campus League, Ryan Ghozali, menjelaskan bahwa kompetisi olahraga merupakan salah satu instrumen penting untuk mendorong berkembangnya ekosistem olahraga Indonesia agar mampu bersaing di tingkat dunia.

Menurutnya, penyelenggaraan kompetisi secara berkelanjutan dapat memberikan insentif bagi para atlet muda untuk berkembang sekaligus memperkuat sistem pembinaan olahraga nasional.

“Kompetisi menjadi salah satu jalan yang dapat memberikan insentif bagi penguatan ekosistem olahraga Indonesia menuju standar kelas dunia,” ujar Ryan.

Ia menambahkan bahwa Campus League bertujuan meningkatkan kualitas atlet sekaligus menciptakan ekosistem olahraga yang mampu menjamin masa depan para atlet.

Tiga Pilar Pembinaan Atlet Mahasiswa

Dalam pelaksanaannya, Campus League akan mengedepankan tiga pilar utama dalam pembinaan atlet mahasiswa.

Pilar pertama adalah akademik, yang mengharuskan setiap atlet menjaga prestasi pendidikan dengan minimal indeks prestasi kumulatif (IPK) 2,25.

Pilar kedua adalah atletisisme, yakni penguatan kemampuan olahraga melalui pembentukan tim nasional tingkat kampus sebagai bagian dari jalur pembinaan atlet.

Sedangkan pilar ketiga adalah affinity, yaitu keterlibatan atlet dalam kegiatan sosial atau pengabdian kepada masyarakat.

Melalui konsep tersebut, Campus League diharapkan tidak hanya mampu mencetak atlet berprestasi, tetapi juga melahirkan generasi muda yang unggul secara akademik, memiliki karakter kuat, serta berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa. (Gate 13/Foto: Ist./Humas)


Discover more from BliBrayaNews

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Discover more from BliBrayaNews

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading