Putra Mengwi Pimpin BNN Provinsi Bali, Brigjen Pol Putu Putera Sadana Siap Perkuat Perang Melawan Narkoba
Denpasar – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali memasuki babak baru kepemimpinan. Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol.) Dr. Putu Putera Sadana, S.I.K., M.Hum., M.M., resmi dilantik sebagai Kepala BNN Provinsi Bali menggantikan Brigjen Pol. Drs. Budi Sajidin, M.Si., yang mendapat amanah baru sebagai Kepala BNN Provinsi Banten. Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BNN Republik Indonesia pada Rabu (17/6).
Penunjukan Brigjen Pol. Putu Putera Sadana mendapat perhatian luas karena sosoknya bukanlah figur asing bagi masyarakat Pulau Dewata.
Perwira tinggi lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1995 itu merupakan putra daerah asal Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, yang telah meniti karier panjang dan beragam di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) maupun BNN.
Kembalinya Putu Putera Sadana ke tanah kelahirannya dinilai menjadi momentum strategis dalam memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di Bali, salah satu daerah yang memiliki mobilitas masyarakat dan wisatawan internasional sangat tinggi.
Brigjen Pol. Dr. Putu Putera Sadana dikenal sebagai perwira yang memiliki pengalaman luas di bidang kepolisian, komunikasi publik, serta pemberantasan narkotika.
Selain menyandang gelar doktor, ia juga memiliki latar belakang akademik yang kuat dengan gelar Sarjana Ilmu Kepolisian (S.I.K.), Magister Humaniora (M.Hum.), dan Magister Manajemen (M.M.).
Sebagai lulusan Akpol 1995, Putu Putera Sadana telah mengemban berbagai jabatan strategis sepanjang kariernya. Sebelum dipercaya memimpin BNN Provinsi Bali, ia menjabat sebagai Kepala Biro Humas dan Protokol BNN Republik Indonesia, posisi yang menempatkannya sebagai salah satu wajah utama komunikasi publik lembaga antinarkotika nasional.
Dalam kapasitas tersebut, ia aktif menyuarakan berbagai program pencegahan narkoba, membangun kolaborasi lintas sektor, serta mengedukasi masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika melalui pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda.
Di kalangan masyarakat dan sejumlah komunitas, Putu Putera Sadana dikenal sebagai figur yang humanis serta terbuka terhadap berbagai kelompok masyarakat.
Sejumlah pemberitaan bahkan menyebutnya sebagai perwira yang kerap mengedepankan pendekatan komunikasi publik kreatif dan menyentuh langsung kalangan muda dalam kampanye antinarkotika.
Karakter kepemimpinan yang komunikatif tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan narkotika yang semakin kompleks, terutama di wilayah Bali yang merupakan destinasi pariwisata dunia.

Kepemimpinan baru di BNN Provinsi Bali hadir di tengah dinamika ancaman narkotika yang terus berkembang. Sebagai daerah tujuan wisata internasional, Bali memiliki tantangan tersendiri dalam upaya pencegahan maupun penindakan terhadap jaringan peredaran narkotika.
Karena itu, kehadiran Putu Putera Sadana diharapkan mampu memperkuat sinergi antara BNN, Polri, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pelaku pariwisata, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Bali yang bersih dari narkoba.
Usai dilantik, Putu Putera Sadana menyampaikan komitmennya untuk mengabdikan diri dalam melindungi masyarakat Bali dari ancaman narkotika serta mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi dalam perang melawan narkoba.
Ia menegaskan semangat “War on Drugs for Humanity” akan menjadi landasan dalam menjalankan tugasnya sebagai Kepala BNN Provinsi Bali.
Penunjukan putra daerah untuk memimpin BNN Provinsi Bali membawa harapan baru bagi penguatan program pencegahan dan pemberantasan narkotika di Pulau Dewata.
Dengan pengalaman panjang di bidang kepolisian, kemampuan komunikasi publik yang baik, serta pemahaman terhadap karakter sosial budaya masyarakat Bali, Brigjen Pol. Dr. Putu Putera Sadana diharapkan mampu membawa BNN Provinsi Bali semakin adaptif, profesional, dan efektif dalam menghadapi ancaman narkotika.
Di bawah kepemimpinannya, BNN Provinsi Bali diharapkan tidak hanya memperkuat aspek penindakan, tetapi juga membangun ketahanan masyarakat melalui edukasi, pencegahan, rehabilitasi, serta kolaborasi berkelanjutan demi mewujudkan Bali Bersinar, Bali Bersih Narkoba. (Red/Gate 13/Foto: Ist./Humas)
Discover more from BliBrayaNews
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

