Hiburan

Lestarikan Budaya Jawa, PN Blitar Gelar Tradisi Siraman Usai Pelantikan Tiga PNS Baru

Blitar – Pengadilan Negeri (PN) Blitar, Jawa Timur (Jatim), melaksanakan pelantikan Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Kamis (4/6), bertempat di Gedung PN Blitar, Jalan Imam Bonjol Nomor 68, Kota Blitar.

Pelantikan tersebut dilakukan setelah para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Mahkamah Agung (MA) menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai PNS pada akhir Mei 2026.

“Karena CPNS pada Mahkamah Agung telah menerima Surat Keputusan sebagai PNS pada akhir bulan Mei 2026 yang lalu, maka kami adakan pelantikan secepatnya,” ujar Ketua PN Blitar, Derman P. Nababan, dilansir portal dandapala.com, Senin (8/6).

Sebanyak tiga pegawai resmi dilantik menjadi PNS. Mereka terdiri atas dua Analis Perkara Peradilan, yakni Wella Maretta Nanda dan Maulidiana Khholida, serta satu Dokumentalis Hukum, Astrit Kusuma Wardani.

Namun, terdapat suasana berbeda dalam pelantikan PNS di PN Blitar dibandingkan pelaksanaan serupa di berbagai satuan kerja lainnya. Setelah prosesi pelantikan selesai, PN Blitar menggelar tradisi siraman bagi ketiga PNS yang baru dilantik.

Menurut Derman, kegiatan tersebut merupakan wujud rasa syukur sekaligus doa bersama dalam menyambut fase baru pengabdian para pegawai sebagai aparatur sipil negara.

“Sebagai bentuk rasa syukur, sekaligus doa bersama dalam menyambut babak baru pengabdian mereka sebagai aparatur sipil negara,” jelasnya.

Ia menambahkan, tradisi siraman tidak hanya sarat makna spiritual, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya lokal yang masih relevan dengan nilai-nilai pengabdian dalam birokrasi modern.

Dalam prosesi tersebut, Ketua PN Blitar menyiramkan air bunga kepada para PNS baru. Air yang mengalir dimaknai sebagai simbol penyucian diri, sedangkan bunga melambangkan harapan agar para pegawai senantiasa menjaga nama baik, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

“Tradisi siraman yang dilaksanakan ini memiliki keterkaitan erat dengan budaya Jawa. Dalam adat Jawa, siraman merupakan salah satu ritual penting yang dilakukan sebelum seseorang memasuki fase baru dalam kehidupannya,” kata Derman.

Ia menjelaskan, dalam filosofi budaya Jawa, siraman dimaknai sebagai proses pembersihan diri lahir dan batin agar seseorang siap menghadapi tanggung jawab yang lebih besar. Nilai tersebut dinilai selaras dengan momentum pelantikan PNS yang menandai dimulainya pengabdian yang lebih luas kepada bangsa dan negara.

Melalui kegiatan tersebut, PN Blitar ingin menanamkan pemahaman bahwa status sebagai PNS bukan sekadar perubahan administrasi kepegawaian, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh integritas, disiplin, serta dedikasi kepada masyarakat.

“Dengan menggabungkan nilai budaya Jawa dan semangat pengabdian sebagai aparatur negara, prosesi siraman ini menjadi pengingat bahwa setiap langkah dalam menjalankan tugas harus diawali dengan niat yang bersih, hati yang tulus, dan komitmen yang kuat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkas Derman.

Tradisi siraman yang digelar PN Blitar tersebut menjadi simbol harmonisasi antara pelestarian budaya lokal dan penguatan nilai-nilai aparatur sipil negara.

Melalui pendekatan yang sarat makna filosofis, para PNS baru diharapkan mampu mengemban amanah jabatan dengan integritas, profesionalisme, dan semangat pelayanan yang tinggi demi mendukung terwujudnya peradilan yang agung. (Gate 13/Foto: Ist./Dandapala)


Discover more from BliBrayaNews

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Discover more from BliBrayaNews

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading