Pemerintah

Auren Nanda Vrista Raih Magister Hukum Cumlaude, Dorong Perlindungan Kekayaan Intelektual UMKM Bali

Denpasar – Kader muda Partai Demokrat, Auren Nanda Vrista, berhasil meraih gelar Magister Hukum dari Universitas Dwijendra, Bali, dengan predikat cumlaude.

Melalui tesisnya, Auren menyoroti pentingnya penerapan asas itikad baik dalam perlindungan hak atas merek sebagai upaya memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif di Bali.

Dalam tesis berjudul “Pengaturan Itikad Baik Dalam Perlindungan Hukum Hak Atas Merek Menurut Stelsel Konstitutif”, Auren mengkaji urgensi perlindungan kekayaan intelektual (KI) bagi pelaku usaha, terutama di Bali yang pertumbuhan ekonominya ditopang sektor UMKM, industri kriya, fesyen, dan ekonomi kreatif.

Menurut Auren, masih banyak pelaku usaha yang belum mendaftarkan mereknya sehingga berisiko kehilangan hak hukum atas identitas usahanya.

“Bali memiliki ribuan UMKM dan merek lokal yang lahir dari kreativitas anak bangsa. Namun masih banyak yang belum mendaftarkan mereknya sehingga rentan dibajak. Padahal sistem hukum merek di Indonesia menganut stelsel konstitutif, yakni pihak yang pertama kali mendaftarkan merek akan memperoleh perlindungan hukum,” ujarnya.

Auren menegaskan bahwa perlindungan hukum terhadap kekayaan intelektual tidak cukup hanya mengandalkan regulasi, tetapi juga harus didasarkan pada asas itikad baik dalam setiap proses pendaftaran, penegakan hukum, maupun penyelesaian sengketa.

“Penelitian ini mengingatkan bahwa asas itikad baik harus menjadi dasar dalam pendaftaran, penegakan, dan penyelesaian sengketa merek. Dengan itikad baik, pemilik merek tidak bertindak serakah, aparat penegak hukum menjalankan tugas secara adil, dan pemerintah hadir memberikan perlindungan. Hal ini penting untuk menjaga kekayaan intelektual anak bangsa, khususnya di Bali, agar mampu berkembang, naik kelas, dan bersaing di tingkat global,” tegasnya.

Foto: Ist./Dok.

Sebagai bagian dari generasi muda, Auren juga mengajak kalangan Gen Z untuk tidak hanya produktif berkarya, tetapi juga memiliki kesadaran hukum dalam melindungi hasil kreativitasnya.

“Generasi Z harus menjadi pelopor. Daftarkan karya, daftarkan merek, dan bangun usaha dengan itikad baik. Apabila hukum dan pemerintahan dijalankan dengan itikad baik, maka keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat akan lebih mudah diwujudkan,” katanya.

Prestasi akademik tersebut mendapat apresiasi dari Universitas Dwijendra yang menilai penelitian Auren relevan dengan persoalan yang dihadapi pelaku usaha di Bali.

Sementara itu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Bali berharap hasil penelitian tersebut dapat menjadi bekal bagi Auren untuk terus mengadvokasi perlindungan hukum bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif, sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan kekayaan intelektual. (Red/Gate 13/Foto: Ist./Dok.)


Discover more from BliBrayaNews

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Discover more from BliBrayaNews

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading