Kepala KSP Apresiasi Program Pembinaan Kemenimipas, BLK Konveksi Nusakambangan Cetak Warga Binaan Terampil
Cilacap – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, bersama Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, meninjau sejumlah program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan di Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (28/7/2026).
Salah satu agenda utama dalam kunjungan kerja tersebut adalah mengunjungi Balai Latihan Kerja (BLK) Konveksi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nirbaya Nusakambangan, yang menjadi pusat pelatihan keterampilan menjahit bagi warga binaan sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Dudung Abdurachman mengapresiasi berbagai program pembinaan yang dijalankan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).
Menurutnya, pembinaan yang berorientasi pada peningkatan keterampilan kerja mampu memberikan harapan baru sekaligus membekali warga binaan dengan kemampuan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana.
“Menurut saya ini merupakan pengembangan yang luar biasa. Di samping menjalani hukuman, warga binaan memperoleh bekal keterampilan yang dapat menjadi harapan untuk memulai kehidupan baru, berbuat baik, dan nantinya mampu menghidupi keluarganya,” ujar Dudung.
BLK Konveksi Lapas Nirbaya merupakan salah satu program unggulan pembinaan kemandirian yang mampu memberdayakan hingga 100 warga binaan.
Melalui pelatihan tersebut, peserta tidak hanya belajar teknik menjahit, tetapi juga terlibat langsung dalam proses produksi pakaian secara profesional.
Saat ini, BLK Konveksi Nusakambangan mampu memproduksi sekitar 600 hingga 1.200 potong pakaian per hari, sehingga selain menjadi sarana pembelajaran, program tersebut juga menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.
Salah seorang warga binaan, Muhammad Ridwan (28), mengaku memperoleh keterampilan menjahit sepenuhnya melalui program pembinaan di Lapas Nirbaya.
“Saya belajar menjahit benar-benar dari nol. Awalnya tidak tahu dan tidak paham sama sekali,” ungkap Ridwan.
Berkat ketekunan mengikuti pelatihan, Ridwan kini dipercaya menjadi instruktur yang membimbing warga binaan lainnya dalam proses produksi konveksi.
Sistem pembelajaran tersebut memungkinkan proses alih pengetahuan berlangsung secara berkelanjutan sehingga semakin banyak warga binaan memperoleh keterampilan kerja yang produktif.
Menutup kunjungannya, Dudung kembali menyampaikan apresiasi terhadap berbagai inovasi pembinaan yang dikembangkan Kemenimipas.
Ia berharap program serupa terus diperluas agar semakin banyak warga binaan memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensi dan kemandirian.
“Saya mengapresiasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Nanti kita akan melihat lokasi-lokasi lainnya yang dimanfaatkan oleh warga binaan untuk mengembangkan berbagai produk yang bernilai dan produktif,” katanya.
Melalui pengembangan BLK Konveksi Nusakambangan, Kemenimipas menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat program pembinaan kemandirian sebagai bekal bagi warga binaan agar memiliki kompetensi, kemandirian ekonomi, dan kesiapan untuk kembali berperan aktif di tengah masyarakat.
Program tersebut juga menjadi bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang produktif, berkelanjutan, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi warga binaan, masyarakat, dan pembangunan nasional. (Red/Gate 13/Foto: Istimewa)
Discover more from BliBrayaNews
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

