Koster Tekankan Peran Organisasi Adat sebagai Perekat Sosial dalam Lokasabha PBMM Badung
Badung – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pentingnya peran organisasi adat sebagai kekuatan pemersatu sekaligus penguat tanggung jawab sosial masyarakat Bali.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Lokasabha VI Pratisentana Bendesa Manik Mas (PBMM) Kabupaten Badung yang digelar di Ruang Kertha Gosana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Minggu (12/4).
Dalam sambutannya, Koster menekankan bahwa organisasi adat tidak boleh sekadar menjadi wadah formal, melainkan harus mampu menjaga warisan leluhur sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Organisasi adat tidak hanya sebagai wadah, tetapi harus menjadi kekuatan yang mampu menjaga warisan leluhur sekaligus menjawab tantangan zaman,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa organisasi berbasis kekerabatan di Bali tidak boleh memicu fragmentasi sosial. Sebaliknya, organisasi harus memperkuat loyalitas kepada leluhur (kawitan) dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
“Bergabung dalam organisasi bukan untuk membentuk kelompok-kelompok di masyarakat, tetapi untuk memperkuat dedikasi dan pengabdian yang berdampak bagi Bali,” ujarnya.
Ketua Umum PBMM Kabupaten Badung Jro Gede Komang Widiarta turut mengajak seluruh anggota untuk meningkatkan semangat pengabdian dan memperkuat jati diri sebagai bagian dari masyarakat adat Bali.
“Kita bersatu bukan untuk menjadi lebih besar, tetapi untuk memahami jati diri dan mengabdi demi kesejahteraan bersama,” katanya.
Sementara itu, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Gubernur Koster yang dinilainya visioner dan konsisten dalam membangun Bali berbasis budaya.
Ia mengaku banyak belajar dari Koster, khususnya dalam implementasi visi pembangunan melalui konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang menekankan keseimbangan antara alam, manusia, dan budaya.
“Saya banyak belajar dari Pak Gubernur. Beliau sudah memikirkan arah pembangunan Bali hingga 10 tahun ke depan,” ujarnya.
Adi Arnawa juga menyoroti kemampuan Koster dalam membangun komunikasi dengan pemerintah pusat, sehingga berbagai proyek strategis di Bali mendapatkan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Kita patut bersyukur memiliki pemimpin yang mampu memperjuangkan pembangunan Bali hingga ke tingkat pusat,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Koster juga memaparkan sejumlah proyek strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.
Salah satunya pengolahan sampah menjadi energi listrik atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), yang ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2027.
Proyek ini menggunakan teknologi insinerasi modern untuk mengonversi sampah residu menjadi energi listrik (waste to energy), serta dirancang melayani kawasan Sarbagita, Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan guna mengurangi ketergantungan pada sistem pembuangan terbuka.
Di sektor penataan kawasan suci, Pemprov Bali juga membangun fasilitas parkir bertingkat di kawasan Pura Ulun Danu Batur untuk mengurai kemacetan saat upacara besar.
Sementara di kawasan Pura Agung Besakih dilakukan renovasi pelinggih dengan tetap menjaga pakem arsitektur tradisional Bali, serta peningkatan akses jalan untuk mendukung keamanan dan kenyamanan.
Selain itu, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,27 triliun untuk 206 paket pekerjaan infrastruktur di Bali pada 2026.
Program tersebut mencakup pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), pengamanan pantai dari abrasi, kelanjutan proyek shortcut Singaraja–Mengwitani, hingga pembangunan sistem sanitasi terpusat di kawasan wisata.
Kegiatan Lokasabha VI PBMM Kabupaten Badung ini juga dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, di antaranya Wakil Ketua III DPRD Provinsi Bali I Komang Nova Sewi Putra, Anggota DPRD Badung Ida Cokorda Mengwi XIII, pengurus PBMM Provinsi Bali, serta unsur Tripika dan para pemangku desa se-Kabupaten Badung.
Melalui penguatan peran organisasi adat dan dukungan pembangunan strategis, pemerintah berharap Bali tetap ajeg (kokoh) sebagai daerah yang harmonis, berbudaya, dan berdaya saing global. (Gate 13/Foto: Ist.)
Discover more from BliBrayaNews
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

