Polda Bali Matangkan Kesiapan Personel Melalui Latpraops Pekat Agung 2026
Denpasar – Kepolisian Daerah (Polda) Bali menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) Pekat Agung 2026 sebagai langkah memantapkan kesiapan personel dalam menghadapi pelaksanaan Operasi Pekat Agung 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Presisi Polda Bali, Senin (20/7/2026).
Latpraops dipimpin oleh Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Bali, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Soelistijono, S.I.K., M.H., didampingi Direktur Samapta (Dirsamapta) Polda Bali, serta diikuti para pejabat operasi dan personel Polda Bali yang akan terlibat dalam pelaksanaan operasi.
Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi, meningkatkan kemampuan, serta memberikan pembekalan kepada seluruh personel agar pelaksanaan Operasi Pekat Agung 2026 dapat berlangsung secara efektif, terarah, profesional, dan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
Dalam arahannya, Karo Ops Polda Bali menekankan pentingnya profesionalisme, disiplin, serta sinergi antarsatuan tugas (satgas) selama operasi berlangsung. Menurutnya, keberhasilan operasi sangat ditentukan oleh kesiapan personel, koordinasi yang solid, serta pelaksanaan tugas yang sesuai dengan prosedur.
Ia menjelaskan bahwa Operasi Pekat Agung 2026 memiliki sasaran khusus untuk memberantas berbagai bentuk penyakit masyarakat (pekat) yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Operasi ini menargetkan penanggulangan berbagai bentuk penyakit masyarakat, mulai dari perjudian, premanisme, peredaran minuman keras ilegal, prostitusi, narkoba, hingga kejahatan jalanan lainnya yang meresahkan warga. Saya minta seluruh personel fokus dan peka terhadap dinamika di lapangan,” tegas Kombes Pol. Soelistijono.
Lebih lanjut, Karo Ops Polda Bali menginstruksikan seluruh personel yang bertugas agar melaksanakan penegakan hukum secara tegas, terukur, dan profesional dengan tetap mengedepankan pendekatan yang humanis serta persuasif.
Ia menegaskan bahwa setiap tindakan kepolisian harus dilaksanakan sesuai SOP, menjunjung tinggi profesionalisme, serta menghindari segala bentuk tindakan arogan yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Sementara itu, Dirsamapta Polda Bali memberikan penekanan mengenai pentingnya langkah-langkah preventif selama operasi berlangsung. Kehadiran personel di titik-titik rawan diharapkan tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga mampu memberikan efek pencegahan (deterrence effect) sehingga dapat mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan.
Pada akhir kegiatan Latpraops, pimpinan operasi berharap seluruh materi, strategi, dan taktik yang telah diberikan dapat diterapkan secara optimal di lapangan sehingga pelaksanaan Operasi Pekat Agung 2026 mampu mencapai sasaran yang telah ditetapkan.
Melalui pelaksanaan operasi yang terencana, profesional, humanis, dan didukung kesiapan personel yang optimal, Polda Bali menegaskan komitmennya untuk terus menjaga situasi kamtibmas yang aman, damai, tertib, dan kondusif di seluruh wilayah Pulau Dewata, sekaligus memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Red/Gate 13/Foto: Ist./DivHumas)
Discover more from BliBrayaNews
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

