Pemerintah

Menyusuri Jejak Tiga Presiden, Kapolri Ziarah Gus Dur, Soekarno, hingga Soeharto dalam Satu Hari

Jakarta – Sabtu (20/6/2026) menjadi hari yang padat makna bagi Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, ia menempuh perjalanan ziarah ke tiga makam Presiden Republik Indonesia: Gus Dur, Soekarno, dan Soeharto.

Perjalanan dimulai dari Jombang, Jawa Timur (Jatim), menuju makam Presiden ke-4 RI K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Kapolri tampak khusyuk memanjatkan doa dan menaburkan bunga di pusara tokoh yang dikenal sebagai “Bapak Pluralisme” itu.

Gus Dur, yang memimpin Indonesia pada 1999–2001, meninggalkan jejak penting dalam reformasi nasional, termasuk penguatan supremasi sipil serta pemisahan TNI dan Polri melalui TAP MPR tahun 2000.

Di lokasi tersebut, Kapolri juga disambut Pengasuh Pesantren Tebuireng KH. Abdul Hakim Machfudz (Gus Kikin), yang memberikan pengalungan surban sebagai bentuk penghormatan.

Dari Jombang, perjalanan berlanjut ke Blitar untuk berziarah ke makam Presiden pertama RI Ir. Soekarno. Di sana, Kapolri menegaskan bahwa ziarah ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang refleksi untuk menyerap nilai kepemimpinan bangsa.

“Rangkaian ini merupakan tradisi kami untuk menyerap nilai-nilai dari para pemimpin bangsa,” ujarnya.

Perjalanan kemudian ditutup di Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng), di makam Presiden kedua RI Jenderal Besar TNI (Purn.) H. M. Soeharto. Di setiap lokasi, Kapolri melakukan doa dan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan.

Rangkaian ziarah ini menjadi simbol kesinambungan nilai-nilai kepemimpinan nasional yang diharapkan dapat memperkuat karakter dan arah pengabdian institusi Polri ke depan. (Red/Gate 13/Foto: Ist./eppid.polri.go.id)


Discover more from BliBrayaNews

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Discover more from BliBrayaNews

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading