Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Kapolri Beri Penghormatan Khusus
Jakarta – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di Markas Besar (Mabes) Polri, Jakarta, Selasa (3/11/2026), diwarnai penghormatan khusus kepada lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., memimpin doa bersama sekaligus menyampaikan dukacita mendalam atas musibah yang menimpa para pekerja media tersebut.
Dalam kegiatan yang berlangsung khidmat itu, Kapolri juga menyerahkan penghargaan kepada keluarga kelima jurnalis sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi, keberanian, dan pengabdian mereka dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Acara tersebut dihadiri Kepala Divisi Humas (Kadivhumas) Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, Wakil Ketua Dewan Pers Toto Suryanto, sejumlah pejabat utama Polri, purnawirawan, serta insan pers.
Hadir pula Kepala Bidang Humas (Kabidhumas) Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT), Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., bersama jajaran Humas Polri dari berbagai daerah.
Musibah yang menjadi perhatian dalam peringatan tersebut terjadi pada Senin (7/9/2026), ketika lima jurnalis dari rombongan kapal Arupadhatu 1 dilaporkan hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kelima jurnalis tersebut adalah M. Bagus Khoirunas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency, serta Donald Husni yang merupakan jurnalis lepas.
Dalam sambutannya, Kapolri mengajak seluruh peserta yang hadir menundukkan kepala sejenak untuk mendoakan para jurnalis yang mengalami musibah.
“Dunia insan pers, dunia humas, dan bangsa Indonesia sangat berduka atas peristiwa yang memilukan ini. Lima saudara kita telah berjuang dan bekerja dengan tulus dari hati untuk mendapatkan kabar serta gambar terbaik demi publik,” ujar Kapolri.
Menurut Kapolri, musibah tersebut memperlihatkan besarnya risiko yang dapat dihadapi pekerja media ketika menjalankan tugas di lapangan, terutama dalam peliputan peristiwa alam yang berbahaya.
“Pengabdian mereka mengingatkan kita bahwa di balik setiap informasi yang sampai kepada masyarakat, terdapat dedikasi, keberanian, dan pengorbanan yang sangat besar,” ungkapnya.
Penghargaan bagi Penjaga Kebenaran
Sebagai bentuk penghormatan, Kapolri didampingi Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir dan Wakil Ketua Dewan Pers Toto Suryanto menyerahkan penghargaan bertajuk Attribute to the Guardians of Truth atau Penghormatan kepada Penjaga Kebenaran kepada keluarga kelima jurnalis.
Penghargaan tersebut menjadi simbol apresiasi terhadap pengabdian pekerja media dalam memenuhi hak masyarakat memperoleh informasi.
Kapolri menegaskan bahwa pers memiliki kedudukan penting dalam kehidupan demokrasi. Hubungan antara kepolisian dan media, menurutnya, tidak dapat dibatasi hanya sebagai hubungan kelembagaan dalam penyampaian informasi.
Pers juga menjalankan fungsi kontrol sosial dan berperan menjaga keterbukaan informasi serta akuntabilitas penyelenggaraan negara.
Karena itu, penghormatan terhadap insan pers perlu diwujudkan melalui perlindungan kemerdekaan pers, penghargaan terhadap independensi jurnalistik, dan upaya menjaga keselamatan pekerja media.
Polda NTT Dorong Kemitraan Profesional
Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa penghormatan kepada keluarga lima jurnalis memberikan pesan penting mengenai solidaritas antara Polri dan insan pers.
“Momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa di balik setiap informasi yang diterima masyarakat, ada kerja keras, keberanian, dan pengorbanan para jurnalis. Kami turut menyampaikan dukacita mendalam dan penghormatan setinggi-tingginya kepada para jurnalis yang mengalami musibah serta keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.
Menurut Henry, hubungan antara Polri dan media harus terus dibangun melalui keterbukaan, profesionalisme, kepercayaan, dan sikap saling menghormati.
“Pers memiliki peran penting dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, sinergi Polri dan media harus terus diperkuat dengan tetap menghormati independensi jurnalistik serta menjamin ruang yang aman bagi insan pers dalam menjalankan tugasnya,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa Humas Polda NTT berkomitmen memperkuat kemitraan yang profesional dan humanis dengan insan pers dalam mendukung penyampaian informasi yang akurat, transparan, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Peringatan HUT ke-75 Humas Polri tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengevaluasi pentingnya perlindungan keselamatan jurnalis, khususnya dalam penugasan di wilayah rawan bencana.
Penghormatan kepada lima jurnalis yang mengalami musibah di Selat Sunda diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi pengingat mengenai pentingnya penghormatan terhadap profesi jurnalistik dan perlindungan bagi para pekerja media.
(Red/Gate 13/Foto: Ist.)
Discover more from BliBrayaNews
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

