Pendidikan

MA Dorong Hakim Ikuti Program Doktor Internasional di SWUPL Tahun 2026

Jakarta – Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum (Ditjen Badilum) mengimbau seluruh satuan kerja peradilan untuk berpartisipasi dalam program pendidikan doktor (Ph.D) di Southwest University of Political Science and Law (SWUPL) Tahun 2026.

Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Nomor 993/DJU/DL1.10/IV/2026 tertanggal Selasa (15/4) yang ditujukan kepada para Ketua Pengadilan Tinggi (PT) dan Ketua Pengadilan Negeri (PN) di seluruh Indonesia.

Program ini merupakan tindak lanjut kerja sama internasional antara MA dengan berbagai lembaga, di antaranya China-ASEAN Legal Research Center serta Sekretariat Jenderal China-ASEAN.

Fokus studi dalam program doktor tersebut mencakup bidang Hukum Internasional dan Hubungan Internasional.

Melalui surat tersebut, MA meminta agar informasi program disosialisasikan kepada para hakim berprestasi di masing-masing lingkungan peradilan untuk mengikuti proses seleksi dan pendaftaran.

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi yang telah disediakan, dengan batas akhir hingga Senin (27/4). Ketentuan persyaratan dan prosedur seleksi lebih lanjut tercantum dalam lampiran surat edaran.

MA berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) peradilan, terutama dalam menghadapi dinamika hukum global yang semakin kompleks.

Melalui program ini, diharapkan lahir hakim-hakim Indonesia yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga memiliki perspektif internasional dalam pengembangan hukum dan sistem peradilan. (Gate 13/Foto: Ist./Dandapala)


Discover more from BliBrayaNews

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Discover more from BliBrayaNews

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading