Sosok

Keluarga Besar PERAJANUSA Berduka, DR. Imam Mahmudi Tutup Usia

Surabaya – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Advokat Jelajah Nusantara (DPN PERAJANUSA) atas wafatnya Ketua Umum (Ketum) DPN PERAJANUSA, DR. Imam Mahmudi, S.H., S.Ag., M.M., M.H., pada Senin (18/5) pukul 04.36 WIB di sebuah rumah sakit di Jawa Timur.

Kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi dunia advokat dan organisasi bantuan hukum di Indonesia. Sosok DR. Imam Mahmudi dikenal luas sebagai tokoh yang aktif memperjuangkan profesionalisme advokat serta pendampingan hukum bagi masyarakat kecil.

Suasana haru tampak menyelimuti rumah duka di Jalan Ahmad Yani Nomor 09 Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur, tepat di belakang Asrama Brimob Medaeng.

Sejak pagi hari, keluarga, kerabat, pengurus organisasi, advokat, paralegal, hingga masyarakat terus berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir dan mengiringi doa bagi almarhum.

Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai daerah melalui grup WhatsApp internal organisasi maupun media sosial. Banyak anggota mengenang almarhum sebagai pemimpin yang disiplin, berwibawa, namun tetap sederhana dan dekat dengan para anggota.

Sejumlah pengurus pusat dan anggota PERAJANUSA tampak berada di rumah duka membantu proses penanganan jenazah dan persiapan pemakaman. Di antaranya Advokat M. Jumadi Ekotarnia, S.H., Ruslan Abdul Gani, S.H., serta sejumlah pengurus lainnya yang turut mendampingi keluarga almarhum.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PERAJANUSA, Advokat Lailatul Januar Fitria Hajar, S.H., yang juga merupakan putri almarhum, menjelaskan bahwa ayahnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan akibat penyakit jantung.

“Bapak saya meninggal hari ini jam 4.36 pagi karena sakit. Awalnya sakit jantung. Saat jam 4 pas dicoba diusahakan kembali lagi, tapi Tuhan berkehendak lain. Keluarga tidak tega kalau dipaksakan,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Jenazah almarhum tiba di rumah duka sekitar pukul 09.00 WIB untuk selanjutnya dimandikan sebelum dimakamkan. Berdasarkan informasi keluarga, almarhum akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur.

Bagi keluarga besar PERAJANUSA, wafatnya DR. Imam Mahmudi bukan sekadar kehilangan seorang ketua umum, melainkan sosok penggerak organisasi, pembimbing, dan figur yang selama ini menjadi tempat bertanya serta mengadu bagi banyak anggota.

Sosok Advokat dan Mantan Anggota Polri

DR. Imam Mahmudi, S.H., S.Ag., M.M., M.H. dikenal sebagai Ketua Umum sekaligus Presiden Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PERAJANUSA, organisasi advokat nasional yang berdiri berdasarkan Keputusan Kementerian Hukum Republik Indonesia Nomor AHU-0005419.AH.01.07 Tahun 2020.

Sebelum berkiprah di dunia advokat, almarhum merupakan purnawirawan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang pernah bertugas di bidang reserse di lingkungan Polda Jawa Timur. Pengalaman tersebut membentuk karakter kepemimpinan almarhum yang dikenal tegas, disiplin, dan memiliki perhatian besar terhadap penegakan hukum.

Setelah menyelesaikan pengabdiannya di institusi kepolisian, beliau aktif membangun PERAJANUSA sebagai organisasi advokat dan paralegal yang fokus pada pendidikan hukum, peningkatan kualitas profesi advokat, serta bantuan hukum kepada masyarakat pencari keadilan.

Di bawah kepemimpinannya, PERAJANUSA terus berkembang melalui berbagai program strategis, seperti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), Ujian Profesi Advokat (UPA), pengambilan sumpah advokat di berbagai Pengadilan Tinggi (PT), hingga pelatihan bantuan hukum (Bankum) bagi paralegal di berbagai daerah.

Almarhum juga dikenal konsisten mendorong integritas profesi advokat. Dalam berbagai kesempatan, beliau sering mengingatkan pentingnya keberanian dan empati sosial dalam menjalankan profesi hukum.

“Saya harap kepada anggota bertindak tegas, lugas, jujur, dan berempati terhadap masyarakat yang tidak mampu dalam mencari keadilan,” demikian salah satu pesan yang pernah disampaikan almarhum kepada anggota PERAJANUSA.

Tidak hanya membangun organisasi, DR. Imam Mahmudi juga aktif memberikan ruang pembelajaran bagi mahasiswa dan sarjana hukum melalui program magang dan pembinaan profesi sebagai bagian dari regenerasi advokat di Indonesia.

Dedikasi dan pengabdian almarhum selama ini meninggalkan jejak mendalam di kalangan anggota PERAJANUSA maupun dunia advokat nasional. Banyak pihak menilai semangat perjuangan dan nilai pengabdian yang diwariskan almarhum akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

Segenap keluarga besar PERAJANUSA pun menyampaikan doa dan penghormatan terakhir bagi almarhum.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala dosa dan kekhilafannya, diterima seluruh amal ibadahnya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT.”

اللّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ

“Ya Allah, ampunilah beliau, rahmatilah beliau, sejahterakan beliau, dan maafkanlah beliau.” (Red/Gate 13/Foto: Dok./Istimewa)


Discover more from BliBrayaNews

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Discover more from BliBrayaNews

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading