Bali-Swiss Perkuat Kemitraan Strategis, Koster Dorong Kerja Sama Vokasi hingga Akses Pasar Global
Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster menyambut positif penjajakan kerja sama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dengan Pemerintah Swiss dalam pertemuan resmi bersama Wakil Duta Besar Swiss untuk Indonesia Mathias Domenig dan Konsul Jenderal Swiss di Bali Gerhard L. Nutz.
Pertemuan berlangsung di Jayasabha, Jumat (24/4/2026), dalam suasana hangat dan penuh optimisme, sekaligus menjadi bagian dari peringatan 70 tahun hubungan bilateral Indonesia–Swiss.
Kedua pihak menegaskan komitmen untuk memperluas kerja sama di sejumlah sektor strategis, meliputi pendidikan vokasi, infrastruktur, energi, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta perdagangan internasional.
Wakil Dubes Swiss, Mathias Domenig, menyampaikan apresiasi terhadap posisi Bali sebagai destinasi global yang memiliki daya tarik khusus di mata dunia.
“Bali sangat spesial. Hubungan ini sangat membahagiakan bagi kami, terlebih dalam momentum 70 tahun hubungan Indonesia–Swiss,” ujarnya.
Ia juga menilai Bali tidak hanya merepresentasikan Indonesia, tetapi juga menjadi wajah dunia karena tingginya interaksi internasional yang terjadi di daerah tersebut.
Domenig mengapresiasi kepemimpinan Gubernur Koster dalam mengelola Bali sebagai destinasi wisata internasional yang tetap kondusif.
Menurutnya, komunitas warga Swiss di Bali, baik wisatawan maupun pelaku usaha, menunjukkan integrasi yang baik dengan masyarakat lokal, menghormati budaya, serta tidak menimbulkan persoalan sosial.
Dalam kerja sama konkret, Swiss telah menjalin kemitraan dengan Politeknik Negeri Bali dalam pengembangan pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri. Selain itu, terdapat kolaborasi dengan Bank Dunia di sektor infrastruktur dan energi, serta dukungan terhadap UMKM melalui jejaring organisasi internasional.
Domenig juga membuka peluang lebih luas bagi produk lokal Bali untuk masuk ke pasar Swiss, termasuk menawarkan fasilitasi pertemuan dengan pelaku usaha di negaranya.
“Kami melihat potensi besar produk Bali untuk berkembang di pasar Swiss,” katanya.
Selain peluang ekonomi, Swiss juga menyatakan kesiapan berbagi pengalaman dalam menangani isu perkotaan seperti kemacetan dan pengelolaan sampah, yang saat ini menjadi tantangan utama Bali seiring meningkatnya jumlah wisatawan.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Koster menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Swiss dalam memperkuat hubungan dengan Bali.
Ia menegaskan bahwa kerja sama internasional menjadi elemen penting dalam transformasi pariwisata Bali menuju kualitas yang lebih tinggi dan berkelanjutan.
“Suatu kehormatan bagi Bali. Hubungan dengan Swiss sangat baik dan terus berkembang,” ujarnya.
Koster juga mencatat jumlah kunjungan wisatawan asal Swiss yang mencapai lebih dari 40 ribu orang dalam setahun terakhir, dengan karakter wisatawan yang dinilai tertib, menghormati budaya lokal, dan memberikan kontribusi positif bagi citra pariwisata Bali.
Lebih lanjut, Koster menegaskan bahwa Pemprov Bali tengah fokus pada pengembangan pariwisata berbasis budaya dan peningkatan daya saing UMKM lokal di pasar global.
Di sisi lain, Bali juga menghadapi tantangan serius seperti kemacetan dan isu lingkungan akibat tingginya kunjungan wisatawan mancanegara yang mencapai lebih dari 7 juta orang per tahun.
“Karena itu, pembangunan infrastruktur berkualitas menjadi prioritas untuk mendukung pariwisata kelas dunia,” jelasnya.
Kerja sama dengan Swiss dinilai dapat menjadi bagian penting dalam menghadirkan solusi inovatif sekaligus membuka akses pasar internasional bagi produk Bali.
Sebagai penutup pertemuan, Gubernur Koster menyuguhkan kopi khas Bali dan minuman tradisional arak Bali kepada Wakil Dubes Swiss, yang mendapat apresiasi positif.
Selain itu, Koster juga menyerahkan cinderamata berupa kain endek dan arak Bali sebagai simbol persahabatan dan promosi budaya lokal ke tingkat internasional.
Langkah ini menegaskan bahwa hubungan Bali–Swiss tidak hanya terbatas pada sektor pariwisata, tetapi berkembang menjadi kemitraan strategis lintas sektor yang berkelanjutan. (Gate 13/Foto: Ist.)
Discover more from BliBrayaNews
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

