Pendidikan

KY Ajak Mahasiswa FH Uniyap Kawal Integritas Hakim

Papua – Penghubung Komisi Yudisial (KY) Papua mengajak mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Yapis (FH Uniyap) Papua berperan aktif dalam mengawal integritas dan perilaku hakim.

Keterlibatan mahasiswa dinilai penting untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam menjaga kehormatan peradilan sekaligus mempersiapkan generasi penegak hukum yang menjunjung tinggi etika dan integritas di Tanah Papua.

Ajakan tersebut disampaikan Koordinator Penghubung KY Papua, Methodius Kossay, dalam kegiatan edukasi publik melalui kuliah tamu yang diselenggarakan bersama FH Uniyap Papua, Selasa (6/10/2026).

Kossay menegaskan bahwa menjaga integritas hakim bukan semata-mata menjadi tanggung jawab KY, melainkan membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, dan perguruan tinggi.

“Menjaga integritas hakim bukan hanya tugas KY. Masyarakat, organisasi, mahasiswa, dan seluruh elemen yang ada juga memiliki peran dalam mengawal integritas dan kehormatan hakim,” kata Kossay.

Ia mendorong mahasiswa menjadi bagian dari jejaring masyarakat yang mendukung pelaksanaan tugas Penghubung KY, khususnya dalam pemantauan perilaku hakim.

Mahasiswa juga diharapkan tidak ragu mencari informasi dan berkonsultasi dengan Penghubung KY Papua apabila menemukan dugaan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH).

“Mahasiswa dapat menjadi mata dan telinga bagi KY. Apabila melihat atau mengetahui adanya dugaan pelanggaran kode etik hakim, jangan segan untuk mencari informasi dan berkonsultasi dengan Penghubung KY Papua,” jelas Kossay.

Menurut Kossay, tantangan pelaksanaan tugas Penghubung KY Papua tidak terlepas dari luasnya cakupan wilayah kerja.

Selain Provinsi Papua, kegiatan pemantauan juga menjangkau tiga daerah otonom baru (DOB), yakni Provinsi Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Luasnya wilayah tersebut menjadi tantangan tersendiri, terlebih dengan keterbatasan sumber daya manusia. Karena itu, keterlibatan masyarakat, mahasiswa, dan perguruan tinggi diperlukan untuk memperluas jangkauan dukungan terhadap pelaksanaan tugas Penghubung KY Papua.

“Dengan jumlah personel yang terbatas, tentu tidak mudah melakukan pengawasan di wilayah yang luas. Karena itu, kami membutuhkan jejaring. Mahasiswa dan perguruan tinggi dapat menjadi bagian dari jejaring tersebut,” tuturnya.

Selain membangun partisipasi masyarakat, Penghubung KY Papua juga melaksanakan pemantauan terhadap lingkungan peradilan di wilayah kerjanya. Pemantauan tersebut mencakup lingkungan peradilan umum, peradilan agama, peradilan tata usaha negara, dan peradilan militer.

Melalui kegiatan edukasi publik ini, mahasiswa diharapkan semakin memahami tugas dan kewenangan KY serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga independensi, kehormatan, keluhuran martabat, dan integritas hakim.

Partisipasi mahasiswa dan perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat jejaring pengawasan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya peradilan yang berintegritas dan bermartabat di Tanah Papua. (Red/Gate 13/Foto: Ist./KY)


Discover more from BliBrayaNews

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Discover more from BliBrayaNews

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading