Olahraga

Menjaga Mandalika: Dari Ribuan Personel hingga Kepercayaan Dunia

Mataram – Ketika ribuan penonton bergerak menuju sirkuit, kendaraan memenuhi jalur akses, dan aktivitas balap motor internasional berlangsung di Mandalika, pekerjaan pengamanan tidak berhenti pada penjagaan pintu masuk.

Di balik penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026, terdapat sistem operasi yang dirancang untuk mengelola risiko, menjaga keselamatan manusia, mengendalikan mobilitas, dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menjalankan Operasi Mandalika Rinjani 2026 dengan melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI), pemerintah daerah, penyelenggara, dan berbagai instansi terkait. Strategi pengamanan mencakup kawasan sirkuit, bandara, pelabuhan, hotel, terminal shuttle, area parkir, jalur logistik, serta kawasan wisata di sekitar Mandalika.

Jumlah pengunjung yang tercatat mencapai 157.875 orang, meningkat sekitar 12,57 persen dibandingkan dengan 140.235 penonton pada 2025. Skala kunjungan tersebut menjadikan pengaturan arus manusia dan kendaraan sebagai bagian penting dari upaya menjaga keselamatan sekaligus kenyamanan pengunjung.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid mengatakan, keberhasilan pengamanan tidak cukup dinilai dari jumlah personel atau minimnya gangguan. Menurutnya, ukuran yang lebih mendasar adalah kemampuan seluruh unsur menciptakan situasi aman, tertib, dan nyaman melalui kerja sama yang terencana.

“Semangat Polisi Bersama Masyarakat yang digaungkan Bapak Kapolri menemukan wujud nyatanya dalam pengamanan MotoGP Mandalika 2026. Sebanyak apa pun personel yang kami kerahkan, secanggih apa pun teknologi yang digunakan, keamanan tidak mungkin terwujud tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, masyarakat bukan sekadar objek yang kami amankan, tetapi mitra utama dalam menciptakan keamanan itu sendiri,” ujar Kholid di Mataram, NTB, Senin (12/10/2026).

Semangat Polisi Bersama Masyarakat yang digaungkan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menjadi landasan pendekatan tersebut. Masyarakat dipandang bukan hanya sebagai pihak yang harus dilindungi, melainkan juga mitra yang berperan menjaga ketertiban, mematuhi pengaturan, dan membantu menciptakan lingkungan yang aman.

Pengamanan Dimulai Sebelum Penonton Berdatangan

Operasi pengamanan tidak disiapkan secara mendadak. Sebelum perlombaan berlangsung, Polda NTB bersama TNI, pemerintah daerah, penyelenggara, dan instansi terkait melaksanakan survei lapangan, rapat koordinasi, pemetaan kerawanan, Latihan Praoperasi (Latpraops), Tactical Floor Game (TFG), serta simulasi penanganan keadaan darurat.

Berbagai kemungkinan gangguan diperhitungkan, mulai dari persoalan lahan, transportasi, parkir, tiket palsu, kepadatan penonton, kebakaran, hingga gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Hasil pemetaan menjadi dasar untuk menentukan tindakan preemtif, preventif, penegakan hukum, serta dukungan operasional yang disesuaikan dengan karakteristik kawasan Mandalika.

Pengerahan personel dibagi menjadi tiga tahap. Pada 5-7 Oktober 2026, sebanyak 1.350 personel disiapkan untuk mendukung pengamanan awal. Pada tahap utama, 8-12 Oktober, kekuatan meningkat menjadi 2.678 personel gabungan dari Polda NTB, kepolisian resor (Polres) jajaran, unsur Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri), dan dukungan TNI.

Setelah tahap utama, sebanyak 839 personel direncanakan tetap bertugas pada 13-16 Oktober untuk mendukung pengamanan pascabalapan, mobilitas kepulangan pengunjung, serta distribusi logistik.

“Keamanan tidak dibangun ketika balapan dimulai. Ia dibangun jauh sebelumnya melalui identifikasi risiko, koordinasi, latihan, dan kesiapan setiap unsur. Prinsip kami, setiap potensi gangguan harus diantisipasi sebelum berkembang menjadi persoalan yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat,” jelas Kholid.

Empat Ring dan Ratusan Titik Pengamanan

Dalam pelaksanaannya, pengamanan dibagi menjadi empat ring sesuai karakteristik kawasan.

Ring 1 meliputi paddock dan pusat kendali perlombaan (race control). Ring 2 mencakup area teknis dan bagian dalam sirkuit. Ring 3 meliputi kawasan penonton, tribun (grandstand), dan fasilitas pendukung. Ring 4 mencakup kawasan luar sirkuit, area parkir, serta jalur akses menuju Mandalika.

Polri memfokuskan pengamanan pada Ring 3 dan Ring 4 dengan tetap berkoordinasi bersama unsur pengamanan di zona lainnya.

Sebanyak 205 titik pengamanan masuk dalam keseluruhan operasi, termasuk 42 pos pengamanan. Di kawasan Mandalika juga disiapkan 38 titik pengamanan tambahan di luar pos utama.

Lokasi tersebut mencakup terminal shuttle bus, kawasan bukit, area perkemahan (camping ground), hotel, tribun, lokasi kesiapsiagaan pasukan, hingga titik penguraian kemacetan.

Pengamanan juga menjangkau pintu masuk Pulau Lombok. Sebanyak 206 personel dialokasikan untuk Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid serta Pelabuhan Lembar, Gili Mas, Kayangan, dan Bangsal. Sebanyak 223 personel lainnya disiapkan untuk mengamankan jalur pergerakan dari pintu kedatangan menuju kawasan Mandalika.

Pengawalan logistik, termasuk pergerakan kontainer dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid menuju sirkuit, turut melibatkan personel lalu lintas dan unsur pengamanan terkait.

“Yang kami amankan bukan hanya arena perlombaan. Ada pembalap, kru, wisatawan, masyarakat, jalur transportasi, hotel, kawasan wisata, hingga aktivitas ekonomi di sekitar Mandalika. Seluruhnya merupakan satu ekosistem kegiatan yang harus dijaga bersama agar dapat berjalan aman dan tertib,” ungkap Kholid.

Keselamatan Penonton Menjadi Perhatian Utama

Meningkatnya jumlah penonton menuntut pengaturan transportasi yang terencana. Polda NTB bersama penyelenggara memisahkan arus kendaraan pribadi, sepeda motor, shuttle bus, kendaraan operasional, dan kendaraan tamu sangat penting (very important person atau VVIP).

Dalam perencanaan transportasi, terdapat 118 kendaraan shuttle, terdiri atas 60 bus di Gate 1, 22 bus di Gate 2, dan 32 bus di Gate 3, ditambah empat kendaraan Hiace untuk kawasan Bukit 360.

Pengelolaan transportasi diintegrasikan dengan kantong parkir, terminal shuttle, pemeriksaan awal penonton, dan akses menuju tribun berdasarkan kategori tiket.

Bundaran Sunggung menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian karena merupakan simpul pertemuan arus kendaraan dari kawasan sirkuit, parkir timur, dan jalur Bypass BIL-Mandalika.

Pada 8 Oktober 2026, Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja turun langsung melaksanakan simulasi pergerakan penonton dari Bundaran Sunggung menuju sirkuit. Simulasi menguji pengoperasian shuttle, pemisahan arus kendaraan, pengaturan akses, serta langkah penguraian kepadatan jika volume lalu lintas meningkat.

Rekayasa lalu lintas juga disiapkan untuk menyesuaikan pengendalian arus dengan perkembangan situasi di lapangan.

“Jumlah penonton yang besar bukan sekadar persoalan lalu lintas, tetapi menyangkut keselamatan manusia. Kami menyiapkan sistemnya, penyelenggara mendukung fasilitasnya, dan masyarakat berperan melalui kepatuhan terhadap pengaturan yang diterapkan. Di sinilah semangat Polisi Bersama Masyarakat bekerja secara nyata,” kata Kholid.

Kepatuhan terhadap arahan petugas, ketertiban menggunakan shuttle, dan kesadaran menjaga fasilitas umum menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko serta memperlancar pergerakan pengunjung.

Teknologi Membantu, Petugas Tetap Hadir

Untuk memperkuat pengawasan, Polda NTB mengoptimalkan 347 kamera televisi sirkuit tertutup (closed-circuit television atau CCTV). Pemantauan juga didukung kamera yang dikenakan petugas (bodycam), teknologi pengenalan wajah (face recognition), dan sarana komunikasi lapangan.

Posko Command Center Mandalika berfungsi sebagai pusat informasi, komunikasi, koordinasi, dan pengendalian operasi. Sistem komunikasi SOT Presisi turut menjadi bagian dari rancangan pertukaran informasi antara personel lapangan dan pusat kendali.

Pemanfaatan teknologi diarahkan untuk membantu petugas memantau perkembangan situasi dan menentukan tindak lanjut berdasarkan informasi yang tersedia.

“Teknologi membantu kami mempercepat respons dan membuat pengamanan lebih terukur. Tetapi teknologi tidak dapat menggantikan peran manusia. Petugas tetap harus hadir, mendengar, membantu, dan memberikan pelayanan. Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan teknologi pengamanan adalah manfaat yang dirasakan masyarakat,” ujar Kholid.

Selain pemantauan elektronik, pencegahan ancaman dilakukan melalui sterilisasi sejumlah kawasan strategis oleh Tim Gegana dan unit anjing pelacak K-9.

Perencanaan operasi mencakup tiga perangkat sinar-X (X-Ray) dan 30 alat pendeteksi logam (metal detector). Di akses masuk, pemeriksaan berlapis dilakukan melalui validasi tiket, pemeriksaan barang bawaan, dan pemeriksaan badan untuk mencegah masuknya benda yang berpotensi membahayakan.

Tim antidrone disiapkan untuk mengantisipasi penggunaan pesawat tanpa awak tanpa izin yang dapat mengganggu perlombaan. Unsur reserse kriminal, siber, dan identifikasi turut mendukung kesiapan penegakan hukum.

Polda NTB juga menyiapkan rencana kontingensi untuk menghadapi kemungkinan bencana alam, gangguan massa, ancaman teror, dan situasi yang membutuhkan evakuasi penonton maupun tamu VVIP. Kesiapan tersebut didukung skema penyelamatan, pelayanan kesehatan, dan koordinasi lintas instansi.

“Pengamanan yang baik bukan berarti kita menganggap tidak akan terjadi gangguan. Justru seluruh kemungkinan harus diperhitungkan. Kami menyiapkan langkah pencegahan, tetapi juga memastikan kemampuan merespons apabila situasi darurat benar-benar terjadi. Keselamatan masyarakat harus tetap menjadi prioritas,” terang Kholid.

13 Insiden Menjadi Bahan Evaluasi

Selama periode 8-11 Oktober 2026, Polda NTB mencatat 13 insiden menonjol yang membutuhkan penanganan petugas. Kejadian tersebut meliputi laporan pencurian telepon seluler, kebakaran kendaraan di kawasan Gate 1, kebakaran lahan di jalur Bypass BIL-Mandalika, pelanggaran ketertiban oleh sejumlah penonton, serta penanganan gangguan kesehatan yang dialami kru MotoGP.

Polda NTB menyatakan situasi keamanan secara umum dapat dikendalikan sehingga agenda utama perlombaan tetap berlangsung. Namun, catatan insiden tetap menjadi bagian penting dalam evaluasi karena setiap kejadian memberi pelajaran bagi perbaikan sistem pengamanan.

“Kami tidak mengukur keberhasilan semata-mata dengan mengatakan tidak ada kejadian. Dalam kegiatan yang melibatkan begitu banyak orang, risiko tetap mungkin muncul. Yang menjadi ukuran adalah kesiapan kita, kecepatan merespons, serta kemampuan mengendalikan situasi agar keselamatan masyarakat tetap terjaga dan kegiatan tidak terganggu,” jelas Kholid.

Pendekatan tersebut menempatkan penanganan kejadian dan evaluasi operasional sebagai bagian dari peningkatan kualitas pengamanan, bukan semata-mata sebagai ukuran berhasil atau gagalnya suatu operasi.

Keamanan dan Masa Depan Pariwisata Mandalika

Pelaksanaan pengamanan mendapat apresiasi dari Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA). Pelaksana Tugas Direktur Utama ITDC Ahmad Pajar menyampaikan penghargaan kepada Kapolda NTB beserta seluruh jajaran.

“Yang pertama, kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pelaksanaan pengamanan yang luar biasa dari Pak Kapolda dan jajarannya,” ujar Ahmad Pajar.

Polda NTB menegaskan bahwa pengamanan tidak mungkin berjalan optimal tanpa kontribusi berbagai pihak. TNI, pemerintah daerah, penyelenggara, petugas transportasi, tenaga kesehatan, relawan, pelaku usaha, dan masyarakat memiliki peran dalam menjaga kelancaran kegiatan.

“Polri menyiapkan sistem, personel, teknologi, dan langkah antisipasi. Penyelenggara mengelola kegiatan dan fasilitas. Pemerintah daerah mendukung pelayanan publik. Sementara masyarakat menjaga ketertiban, mematuhi pengaturan, dan saling membantu. Ketika seluruh unsur ini bergerak bersama, pengamanan yang kompleks dapat terlaksana dengan lebih efektif,” ungkap Kholid.

Ia turut mengapresiasi personel gabungan yang bekerja sejak tahap persiapan, mengawal logistik, mengatur lalu lintas, menjaga akses masuk, melakukan sterilisasi, berpatroli, dan membantu masyarakat. Secara khusus, ia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat NTB, terutama Kabupaten Lombok Tengah dan kawasan Mandalika.

Bagi Kholid, keamanan mempunyai arti strategis bagi keberlanjutan pariwisata. Reputasi destinasi internasional tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur sirkuit dan keindahan alam Lombok, tetapi juga oleh pengalaman pembalap, kru, wisatawan, serta pengunjung ketika beraktivitas di kawasan tersebut.

“Transformasi pengamanan bukan hanya tentang penggunaan teknologi atau penambahan kekuatan personel. Yang kami bangun adalah perubahan cara pandang, dari sekadar menjaga lokasi menjadi mengelola keselamatan, dari mengendalikan kerumunan menjadi melayani masyarakat, dan dari bekerja sendiri menjadi membangun keamanan bersama seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, setiap pengunjung yang merasa aman dan memperoleh pelayanan yang baik berpotensi membawa pulang pengalaman positif mengenai Lombok dan Mandalika.

“Polisi bukan hanya menjaga agar balapan berlangsung aman. Bersama masyarakat, kami juga ikut menjaga agar setiap orang yang datang ke Lombok membawa pulang pengalaman yang baik. Sebab reputasi destinasi tidak hanya dibangun oleh keindahan alam atau kemegahan sirkuit, tetapi juga oleh rasa aman, keramahan, dan ketertiban yang mereka rasakan,” katanya.

Kholid menegaskan, pengalaman MotoGP Mandalika 2026 menjadi modal evaluasi untuk meningkatkan standar pengamanan kegiatan internasional melalui pendekatan profesional, humanis, berbasis risiko, dan berorientasi pada keselamatan publik.

“MotoGP Mandalika bukan hanya milik penyelenggara atau kepolisian. Ini kebanggaan masyarakat NTB dan Indonesia. Karena itu, menjaga keamanan Mandalika berarti menjaga nama baik kita bersama. Polisi Bersama Masyarakat bukan sekadar slogan, tetapi semangat untuk memastikan setiap pengunjung pulang dengan rasa aman, membawa pengalaman baik, dan memiliki keinginan untuk kembali ke Lombok,” pungkas Kholid. (Red/Gate 13/Foto: Istimewa)


Discover more from BliBrayaNews

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Discover more from BliBrayaNews

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading