Internasional

Bali Bidik Teknologi Energi Bersih Shangrao

Denpasar – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali membuka peluang kerja sama strategis dengan Kota Shangrao, Tiongkok, untuk mempercepat pengembangan industri kendaraan listrik, pemanfaatan energi surya, dan pembangunan desa berkelanjutan.

Langkah tersebut sejalan dengan agenda Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih yang ditargetkan mendukung pencapaian Net Zero Emission atau emisi nol bersih pada 2045.

Penjajakan kerja sama ini menjadi salah satu perhatian dalam rangkaian kunjungan kerja Gubernur Bali Wayan Koster ke Provinsi Jiangxi, Tiongkok, yang mencakup pertemuan dengan pimpinan daerah dan peninjauan langsung fasilitas industri teknologi energi baru.

Pada Senin (2/11/2026), Koster terlebih dahulu mengadakan pertemuan dengan Sekretaris Komite Partai Komunis Tiongkok Provinsi Jiangxi, Mr. Yin Hong. Pertemuan tersebut dilanjutkan dengan jamuan makan malam yang berlangsung di Qianhu Guesthouse.

Sehari berikutnya, Selasa (3/11/2026), Gubernur Koster melanjutkan rangkaian kegiatan di Kota Shangrao dengan mengunjungi sejumlah pusat pengembangan industri dan menghadiri jamuan bersama pimpinan Kota Shangrao beserta jajaran.

Foto: Ist./Dok.

Kunjungan tersebut memberikan kesempatan bagi Bali untuk melihat secara langsung perkembangan industri energi baru di salah satu wilayah Tiongkok yang menjadi lokasi pengembangan teknologi kendaraan listrik dan panel surya.

Koster bersama rombongan meninjau Pusat Promosi Industri, pabrik kendaraan komersial listrik Geely, serta pabrik cerdas JinkoSolar. Ketiga fasilitas tersebut menjadi bagian dari agenda untuk mempelajari perkembangan teknologi industri yang mengutamakan efisiensi, modernisasi, dan penggunaan energi ramah lingkungan.

“Terima kasih atas jamuan dan sambutan yang hangat malam ini. Hari ini kami telah melihat sendiri kemajuan industri Shangrao, mulai dari Pusat Promosi Industri, pabrik kendaraan komersial listrik Geely, hingga pabrik cerdas JinkoSolar,” ujar Koster.

Menurut Koster, kemajuan industri Shangrao memiliki keterkaitan dengan arah pembangunan Bali yang tengah mendorong transformasi penggunaan energi bersih, khususnya pada sektor transportasi, pariwisata, dan fasilitas pelayanan publik.

Pengembangan teknologi kendaraan listrik dan panel surya menjadi perhatian karena kedua sektor tersebut memiliki peran penting dalam upaya mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus memperkuat kemandirian energi daerah.

Pemprov Bali telah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk mendukung transformasi tersebut. Salah satunya melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Regulasi tersebut menjadi landasan dalam mendorong penggunaan kendaraan listrik, termasuk di lingkungan aparatur pemerintah dan kawasan pariwisata.

Selain itu, Pemprov Bali juga mendorong pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap melalui Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 5 Tahun 2022. Pemanfaatan teknologi tersebut diarahkan pada berbagai fasilitas, mulai dari perkantoran, hotel, pasar, sekolah, hingga fasilitas pelayanan kesehatan.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih, sekaligus mendukung target emisi nol bersih pada 2045.

Namun, pengembangan energi bersih tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi. Ketersediaan industri pendukung juga menjadi salah satu aspek penting dalam membangun ekosistem energi yang berkelanjutan.

Karena itu, Bali turut membuka peluang pengembangan industri perakitan kendaraan listrik dan industri panel surya. Pengalaman Shangrao dalam membangun industri energi baru diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi pengembangan sektor tersebut di Bali.

Penjajakan kerja sama ini juga menunjukkan perhatian Pemprov Bali terhadap peluang pertukaran teknologi dan pengalaman pengelolaan industri ramah lingkungan.

Foto: Ist./Dok.

Pengembangan Desa Jadi Perhatian

Selain mempelajari kemajuan industri, Gubernur Bali juga menaruh perhatian terhadap pengalaman Shangrao dalam mengembangkan kawasan perdesaan yang mampu mempertahankan kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Koster menyampaikan rencana rombongan Pemprov Bali untuk mengunjungi Wuyuan pada Rabu (4/11/2026).

Kunjungan ke Wuyuan diarahkan untuk mempelajari pendekatan pembangunan desa yang memadukan pelestarian lingkungan, penguatan budaya, dan pengembangan ekonomi masyarakat.

Menurut Koster, Bali memiliki sekitar 1.500 desa adat dan terus mengembangkan desa wisata berbasis budaya sebagai salah satu kekuatan pembangunan daerah.

Pengalaman pengelolaan desa di wilayah Shangrao diharapkan dapat memberikan referensi bagi Bali dalam meningkatkan kualitas pembangunan desa wisata tanpa mengabaikan identitas budaya dan kearifan lokal.

Pembangunan desa yang berkelanjutan menjadi perhatian penting karena Bali memiliki karakteristik sosial dan budaya yang kuat, termasuk keberadaan desa adat sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Koster menegaskan harapannya agar hubungan persahabatan antara Bali dan Shangrao tidak berhenti pada kunjungan dan pertukaran pengalaman, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama nyata.

“Saya berharap persahabatan yang terjalin malam ini dapat berlanjut menjadi kerja sama yang nyata, khususnya di bidang kendaraan listrik, energi surya, dan pembangunan desa,” kata Koster.

Tiga bidang tersebut menjadi fokus utama penjajakan kerja sama yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua daerah.

Sebagai tindak lanjut hubungan persahabatan, Koster juga mengundang pimpinan Kota Shangrao beserta jajaran untuk melakukan kunjungan balasan ke Bali.

Rangkaian kegiatan yang diawali dengan pertemuan bersama Mr. Yin Hong di Provinsi Jiangxi, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan industri dan jamuan pimpinan Kota Shangrao, membuka ruang komunikasi lebih luas bagi Pemprov Bali.

Meski demikian, realisasi kerja sama masih memerlukan pembahasan lanjutan untuk menentukan bentuk, ruang lingkup, serta pelaksanaannya.

Bagi Bali, pengalaman Shangrao menjadi salah satu referensi dalam memperkuat kebijakan pembangunan yang menempatkan energi bersih, industri ramah lingkungan, dan pelestarian budaya sebagai bagian dari agenda pembangunan berkelanjutan.

(Red/Gate 13/Foto: Ist.)


Discover more from BliBrayaNews

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Discover more from BliBrayaNews

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading