Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu Diperkuat Lewat Monev Serentak
Buleleng – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu secara serentak di sembilan kabupaten/kota, Sabtu (2/8/2026).
Monitoring dilakukan dengan memilih desa secara acak di masing-masing daerah guna memperoleh gambaran objektif terhadap pelaksanaan gerakan di lapangan.
Di Kabupaten Buleleng, kegiatan monev dipusatkan di Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula. Tim monitoring terdiri atas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (PMD Dukcapil) Provinsi Bali, Dr. I Made Dwi Dewata, S.STP., M.Si., Sekretaris II Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali I Nyoman Mendra, serta Ketua Bidang IV TP PKK Provinsi Bali dr. A.A. Sagung Mas Dwipayani, M.Kes.
Kegiatan diawali dengan gotong royong membersihkan pekarangan rumah, telajakan, balai banjar, wantilan, serta tempat ibadah bersama masyarakat setempat. Selanjutnya, tim memberikan sosialisasi mengenai pelaksanaan Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu yang diharapkan dapat dilaksanakan secara rutin setiap bulan.
Ketua Bidang IV TP PKK Provinsi Bali, dr. A.A. Sagung Mas Dwipayani, menegaskan bahwa Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu bukan hanya menjadi tanggung jawab kader PKK, tetapi merupakan gerakan bersama seluruh masyarakat desa untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, serta memperkuat kepedulian sosial dan semangat gotong royong.
Dalam sosialisasi tersebut juga dijelaskan tata cara pemukulan kulkul sebagai penanda dimulainya kegiatan gotong royong. Kulkul dipukul pertama kali pada pukul 05.45 Wita sebanyak tiga kali dengan ritme “tung… tung… tung…”.
Selanjutnya, pada pukul 06.00 Wita, kulkul kembali dipukul sebanyak dua kali sebagai tanda seluruh warga mulai melaksanakan kegiatan bersih-bersih dari pekarangan rumah, kemudian dilanjutkan ke telajakan dan fasilitas umum di lingkungan desa.
Sementara itu, Perbekel Desa Sembiran, I Ketut Gede Dony Widhi Ariawan, mengatakan budaya gotong royong sejatinya telah lama menjadi tradisi masyarakat yang dilaksanakan setiap minggu.
Menurutnya, Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu semakin menghidupkan semangat kebersamaan dalam menjaga kebersihan lingkungan rumah maupun desa.
Selain melakukan pembinaan, Pemprov Bali juga menyalurkan bantuan sosial berupa 400 kilogram beras kepada warga yang membutuhkan.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial yang sejalan dengan semangat gotong royong.
Usai sosialisasi, tim monitoring meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu di lingkungan rumah warga.
Berdasarkan hasil pemantauan, pelaksanaan gerakan di Desa Sembiran telah berjalan dengan baik. Meski demikian, masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan agar pelaksanaannya semakin merata dan melibatkan partisipasi masyarakat secara lebih luas.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Pemprov Bali berharap Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai gerakan masyarakat, sehingga budaya gotong royong, kebersihan lingkungan, serta solidaritas sosial di Bali semakin kuat. (Red/Gate 13/Foto: Ist./Diskominfo)
Discover more from BliBrayaNews
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

