Pendidikan sebagai Api Suci Perubahan
Oleh Tjok. Istri Sri Ramaswati, S.H., M.M.*
Di sebuah desa kecil yang dikelilingi sawah menghijau dan pura tua yang berdiri anggun, lahirlah seorang anak bernama Dharma. Ia tumbuh bukan hanya dengan tawa masa kecil, tetapi juga dengan kesadaran akan kenyataan yang tak selalu indah: kemiskinan yang diwariskan, kebodohan yang dibiarkan, dan generasi muda yang perlahan kehilangan arah.
Banyak orang mengeluh tentang nasib. Banyak yang menyalahkan keadaan. Namun sedikit yang berani bertanya: apa yang bisa aku lakukan untuk mengubahnya?
Suatu sore, di pelataran pura, Dharma mendengar wejangan seorang sulinggih, “Ilmu adalah cahaya. Tanpa ilmu, manusia berjalan dalam kegelapan. Dengan ilmu, ia menyalakan dharma dalam dirinya.”
Kata-kata itu tidak sekadar singgah di telinga. Ia meresap, menjadi api kecil dalam batinnya. Dharma pun memahami, pendidikan bukan sekadar kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Pendidikan adalah jalan untuk mengenal jati diri, Atman yang suci dalam diri setiap manusia. Pendidikan adalah tapasya pikiran: latihan menundukkan ego, membangkitkan welas asih, menegakkan kejujuran, dan menghidupkan keberanian untuk berkata benar.
Ia belajar tanpa lelah. Kitab suci dipelajarinya untuk meneguhkan moral. Sains dikuasainya untuk membangun rasionalitas. Sejarah bangsanya dihayatinya agar tidak tercerabut dari akar jati diri. Baginya, menjadi religius bukan berarti menjauh dari dunia, tetapi hadir sepenuhnya untuk memperbaikinya. Ajaran Tat Tvam Asi, aku adalah engkau, ia jadikan fondasi membangun kehidupan tanpa kebencian, tanpa diskriminasi, tanpa keangkuhan.
Dharma percaya, bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang kaya sumber daya, tetapi bangsa yang kaya kesadaran. Kesadaran bahwa setiap manusia memiliki martabat. Kesadaran bahwa perbedaan bukan ancaman, melainkan anugerah. Kesadaran bahwa kemajuan tidak lahir dari saling menjatuhkan, tetapi dari saling menguatkan.
Tahun-tahun berlalu. Dharma kembali ke desanya, bukan sebagai pencari kerja, melainkan sebagai pendidik. Ia tidak sekadar mengajar teori, tetapi menanamkan karakter. Ia mengajarkan disiplin sebagai wujud bhakti kepada Tuhan dan tanggung jawab kepada diri sendiri. Ia mengajarkan kerja keras sebagai yajña, persembahan suci kepada masyarakat dan bangsa. Ia menanamkan cinta tanah air sebagai dharma kebangsaan, bukan sekadar slogan, tetapi sikap hidup.
“Bangsa yang besar,” katanya kepada murid-muridnya, “lahir dari jiwa-jiwa yang tercerahkan. Pendidikan adalah api suci. Jika kita menjaganya, ia akan menerangi Indonesia.”
Perubahan memang tidak terjadi dalam semalam. Namun ia tumbuh, perlahan namun pasti. Anak-anak desa mulai berani bermimpi lebih tinggi. Mereka tidak lagi pasrah pada keadaan. Mereka belajar bahwa kemajuan bukan hadiah, melainkan buah dari kesadaran dan kerja keras. Mereka memahami bahwa ilmu bukan untuk menyombongkan diri, tetapi untuk mengabdi.
Di bawah langit senja, ketika genta pura berdentang pelan, Dharma tersenyum. Ia menyadari satu hal penting: revolusi sejati tidak dimulai dengan amarah, melainkan dengan pencerahan. Bukan dengan teriakan kebencian, tetapi dengan pendidikan yang menyalakan kesadaran, kesadaran akan Tuhan, leluhur, diri sendiri, sesama manusia, dan tanah air tercinta.
Indonesia hari ini membutuhkan lebih banyak Dharma-Dharma baru, anak-anak bangsa yang berani bermimpi, berani belajar, dan berani mengabdi. Pendidikan harus menjadi gerakan bersama: keluarga menanamkan nilai, sekolah menumbuhkan ilmu, masyarakat menguatkan karakter, dan negara memastikan keadilan akses bagi semua.
Karena ketika pendidikan dijadikan prioritas, kita tidak hanya mencetak lulusan. Kita membentuk manusia. Manusia yang berintegritas. Manusia yang berwelas asih. Manusia yang mampu memimpin dirinya sendiri sebelum memimpin orang lain.
Pendidikan adalah kunci perubahan.
Dan perubahan adalah harapan.
Selama api pendidikan tetap menyala, selama itu pula Indonesia akan terus menemukan cahaya masa depannya.
*Penulis adalah Ketua Yayasan Perguruan Rakyat (PR) Saraswati Pusat Denpasar.
Discover more from BliBrayaNews
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

